Kapolres Karawang Sita 32 Kendaraan Travel gelap, Sopir terancam pidana

Jawa Barat Karawang Polri TNI-POLRI

Pewarta : Suhanta

Indonesiatopline.com, Karawang – Telah digelar kegiatan Press Release dalam rangka pelaksanaan kegiatan cipta kondisi pra masa penindakan mudik dalam rangka operasi ketupat Lodaya 2021 Polres Karawang. RABU (5/5/2021).

Dalam Release nya Kapolres AKBP Rama Samtama Putra, SIK, MH, MSI, didampingi oleh Wakapolres Karawang Kompol Ahmad Faisal Pasaribu S.I.K.M.H dan Kasat lantas AKP.Rizky Adi Saputro, SH, SIK. dilapangan Apel Polres Karawang Jalan Surotokunto Desa Warungbambu Kecamatan Karawang timur Kabupaten Karawang

Kapolres mengungkapkan bahwa maraknya peredaran jasa travel gelap untuk penyelundupan pemudik menjadi perhatian khusus dari kepolisian, oleh karena itu kita melaksanakan kegiatan cipta kondisi pra masa peniadaaan mudik dalam rangka kesiapan Operasi Ketupat Lodaya 2021,

Dan kegiatan dilaksanakan sesuai dengan Surat Edaran Kepala Satuan Tugas nomor 13 Tahun 2021 tentang Larangan Mudik Hari Raya Idul Fitri dan Pengendalian COVID-19 selama Bulan Suci Ramadhan 1442 H. Terang Kapolres.

Disampaikan Kapolres bahwa adanya kegiatan ini menjadi bukti bagi masyarakat untuk tidak meremehkan adanya instruksi mengenai larangan mudik Lebaran ditengah pandemi Covid-19, diketahui modus operandi dari jasa travel gelap sendiri dilakukan melalui berbagai akun media sosial dan informasi dari mulut ke mulut.

Sementara tarif yang dipatok untuk masyarakat sangat mahal dari biasanya dengan lokasi tujuan kota kota yang cukup beragam di Pulau Jawa.

Kegiatan cipta kondisi pra masa peniadaaan mudik dilaksanakan mulai dari tanggal 26 April 2021 hingga tanggal 05 Mei 2021,

Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penindakan terhadap kendaraan pribadi maupun kendaraan umum yang membawa penumpang dengan indikasi masyarakat yang akan melaksanakan mudik dengan menggunakan CB Hunting Sistem, Saat ini, sejumlah 32 kendaraan travel yang mengangkut 250 Penumpang dari berbagai asal dan tujuan telah disita dan diamankan dipolres Karawang.

Adapun para sopir travel gelap dikenakan Pasal 308 UU No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dengan ancaman hukuman pidana maksimal dua bulan atau denda maksimal Rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *