Sosial - Ekonomi Top News 

Anak Perusahaan PLN Potong THR 2021 , “SP PERKASA ; Kerja Kami Pertaruhkan Nyawa ,Tunjangan Pokok saja Tidak sebanding THR masih Dipangkas

Pewarta : Tenor Amin Sutanto / Rio Riberka

Indonesiatopline.com || Jakarta – Pemangkasan tunjangan hari raya (THR) lebaran 2021 yang dilakukan oleh anak perusahan BUMN PLN Yaitu PT HALEYORA POWER sungguh sangat tidak manusiawi, Hal ini dikatakan Sejumlah karyawan yang juga salah satu Anggota Serikat Pekerja , kepada awak media pada 3/05/2021.

Pemotongan THR ini dianggap kebijakan sepihak pasalnya tidak ada surat edaran resmi atau diinformasikan jauh sebelumnya kepada karyawan

Menurut Ade Guntoro , Sekretaris jenderal SP Perkasa dalam keterangan Persnya mengatakan Kebijakan Yang diberlakukan dadakan tanpa Surat edaran Resmi sebelumnya merupakan Potret  Realita Bobroknya BUMN dalam memanagement atau mengontrol anak perusahaannya dan ini PR besar bagi jajaran Direksi PLN dan Anak Perusahaannya untuk dapat membenahi Dalam  memanagement Sistem Perusahaan dalam hal Kebijakan kesejahteraan Karyawannya agar lebih dimanusiakan lagi , jakarta 03/05/2021

Dari keterangan Sejumlah karyawan mengatakan , PT Haleyora Power berdalih pemotongan Uang THR ini berdasarkan SKDIR PLN 0219 yang telah ditetapkan PLN,disini terlihat bahwa keputusan direksi PLN memang membuat karyawan semakin meringis dan menderita terkhusus karyawan alih daya PLN (outshorcing).

Serikat federasi buruh PERKASA yang juga sebagai salah satu serikat pekerja alih daya (outshorcing) PLN juga sudah mengirimi surat dan melakukan pertemuan dengan pihak management haleyora power agar semua rencana untuk pemotongan THR dibatalkan tapi semua mendapatkan hasil yang mentah dimana PT HALEYORA POWER tetap memotong uang THR karyawan alih daya tersebut.

PT HALEYORA POWER dinilai semena – mena dan tak adil dimana hanya tenaga alih daya KSO (outshircing) saja yang dipangkas uang THR sedang karyawan ORGANIK HALEYORA POWER nya sendiri tidak dilakukan pemotongan THR , artikata lain Kami pekerja alihdaya tidak diperlakukan manusiawi

Pada anak perusahaan PLN , PT Haleyora Power tersebut tenaga kerja mereka di bagi menjadi dua status yang dimana ada yang berstatus ORGANIK dan Tenaga alih daya (outsorching), dibaginya status kepegawaian ini jelas semakin memperdaya pekerja alih daya Terhimpit karena semakin Banyak Haknya terpangkas

Ironisnya dengan dibagi dua status karyawan yaitu Organik dan “Tenaga Alih Daya” ini dapat dikatakan BUMN pada PLN Selain anak perusahaan masih ada lagi “cucu” perusahaan dari hal inilah Dasar pemangkasan semakin besar dan banyak

Masih kata Ade , Sementara Tugas dan Fungsi serta resiko pekerjaan antara Karyawan Organik dibanding dengan tenaga Alih daya lebih tiinggi tetapi dari segi upah tenaga alih daya (outsorching) jauh lebih kecil dan jauh dari kata sejahtera dari pada karyawan ORGANIK HALEYORA POWER yang lebih sejahtera

Dalam Penutupnya SP Perkasa melalui Sekretaris Jenderal Ade Guntoro menyampaikan harapannya ,  Presiden RI Ir. H Joko Widodo dan mentri BUMN Eric Tohir  bersedia menerima audiensinya setelah Surat resminya dikirimkan ke istana , Setneg , KSP dan kementrian terkait Untuk Perjuangkan Nasib dan Hak Buruh atau para pekerja , dan semoga Penyelesaian atau solusi dari sistem perbudakan zaman modern , tutup Ade

Berita Terkait

Leave a Comment

error: Content is protected !!