Menurut Menteri Pendidikan, Digitalisasi Pendidikan Indonesia Jauh Tertinggal.

Pendidikan

Indonesiatopline.com

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Indonesia setiap masa pemerintahan selalu identik dengan pergantian kurikulum, pergantian sistem evaluasi, dan buku pelajaran baru, namun pada hakikatnya tidak tuntas menyelesaikan hambatan utama pendidikan nasional yaitu pemerataan tenaga pengajar guru, materi pelajaran yang bersifat tidak menggali kompetensi kecakapan siswa dalam menyelesaikan masalah, serta sarana dan administrasi guru.

Baru pada masa sekarang ketika akhirnya saya menjadi guru, meskipun honorer sudah sangat terbantu dengan adanya ragam program pelatihan dan penyederhanaan administrasi guru. Pembelajaran jarak jauh yang dari dahulu didambakan kini telah dilakukan, kendati banyak hambatan dalam prosesnya seperti akses internet dan pengadaan teknologi yang juga mempengaruhi kemampuan orang tua untuk menyediakan sarana pembelajaran di rumah. Siapapun menterinya, menurut saya di masa seperti sekarang ini pastinya kita tidak mencari kesempurnaan, melainkan terus mencoba dan berusaha mensiasati hambatan yang ada untuk segera dituntaskan.

Digitalisasi pendidikan Indonesia memang sudah jauh tertinggal, akan tetapi kalau kita hanya meratapi saja tanpa adanya usaha, adalah suatu kegagalan yang diciptakan sendiri.

Baru kali ini sosok Mendikbud menjadi sorotan lebih dari sekadar mengganti kurikulum, atau memperbaharui buku. Hal ini selain di dukung oleh kemudahan akses media sosial juga karena memang banyak sekali terobosan yang bagi sebagian kita yang berpikir bahwa belajar itu hanya perkara mendapatkan ijazah dan kelulusan akan menganggap aneh. Akan tetapi menurut saya ini adalah kesempatan emas untuk kembali merenungkan tujuan utama pendidikan nasional sesuai semboyan Ki Hadjar Dewantara, UUD 1945 dan Pancasila. Saya percaya beliau bisa mengemban amanah untuk mengubah paradigma pendidikan nasional kita bukan hanya sekadar mengganti kurikulum melainkan menyederhanakan birokrasi pendidikan di Indonesia. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *