Menag Yaqut Dinilai Salah Paham soal Populisme Islam Oleh Pakar LIPI

Pendidikan Sosial - Politik Top News

Indonesiatopline.com || Profesor riset bidang sosilogi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Endang Turmudzi menilai Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas salah paham soal populisme Islam. Seperti dilansir cnnindonesia.Com

Endang mengatakan Yaqut salah mengartikan populisme Islam sebagai upaya menggiring agama menjadi norma konflik. Endang berkata pemahaman itu lebih mendekati definisi radikalisme.

“Kalau popularisme Islam [dianggap] bahaya, karena memang persepsinya yang keliru, jadi populisme Islam diartikan dengan radikalisme,” kata Endang , Senin (28/12).

Endang menjelaskan populisme adalah kosakata dalam ilmu politik yang berarti gagasan dari kalangan elite yang memberikan perhatian kepada kepentingan rakyat kecil.

Populisme Islam, lanjut endang , bisa dimaknai gagasan yang mengartikulasikan kepentingan umat Islam. Ia juga mencontohkan politikus yang mencoba menerapkan nilai Islam dalam berpolitik.

Menurut Pakar LIPI (Endang Turmudzi) itu berpendapat populisme Islam tidak berbahaya. Justru tindakan itu adalah bagian dari penerapan demokrasi.

“Kalangan Islam, seperti kalangan lain, punya aspirasi, punya keinginan dalam hidup bernegara. Itu kan juga bagian dari demokrasi,” tuturnya.

Sebelumnya, Menag Yaqut Cholil Qoumas menyatakan akan mencegah populisme Islam berkembang. Ia mengartikannya sebagai upaya pihak tertentu untuk menggiring agama menjadi norma konflik.

“Agama dijadikan norma konflik. Dalam bahasa paling ekstrem, siapapun yang berbeda keyakinannya, maka dia dianggap lawan atau musuh, yang namanya musuh atau lawan ya harus diperangi. Itu norma yang kemarin sempat berkembang atau istilah kerennya populisme Islam,” kata Yaqut saat mengikuti diskusi daring, Minggu (27/12).

Pewarta : Tri Yuli hendrayana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *