Berita Nasional Ekonomi 

Menteri PUPR Targetkan 900 ribu Unit program Sejuta Rumah Tahun 2020

Pewarta : Ade Bachtiar (Enjoy)
Indonesiatopline.com || Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR Basuki Hadimuljono berharap program sejuta rumah akan tercapai sekitar 900 ribu unit di tahun ini.

“Program ini sampai dengan 2020, Insya Allah akan tercapai sekitar 900 ribu rumah baik melalui penyediaan perumahan APBN full maupun melalui pembiayaan perumahan dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan/FLPP,” ujar Menteri Basuki dalam seminar daring di Jakarta, Selasa (22/12/2020).

Menteri PUPR menyampaikan bahwa sejak lima tahun yang lalu oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Unggaran, Semarang mencanangkan program pembangunan perumahan 1 juta rumah untuk rakyat.

Terkait dana FLPP pada tahun 2021, Kementerian PUPR dan Kementerian Keuangan telah menyiapkan anggaran untuk FLPP agar bisa memberikan subsidi rumah tidak kurang dari 150 ribu unit bagi rumah rakyat.

Dana FLPP 2021 tersebut disalurkan melalui bank-bank pelaksana FLPP, di mana beberapa hari lalu perjanjian kerjasama antara 30 bank pelaksana FLPP dengan Kementerian PUPR telah ditandatangani.

Sebelumnya Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat hingga pertengahan Desember 2020, capaian pembangunan Program Sejuta Rumah telah menembus angka 856.758 unit rumah di seluruh Indonesia.

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid berharap dukungan dari kementerian/lembaga terkait, pengembang, perbankan, pemda, dan masyarakat untuk mensukseskan program pembangunan perumahan khususnya pada masa pandemi COVID-19.

Menurut Khalawi, angka capaian tersebut merupakan hasil kerja keras dari seluruh pemangku kepentingan bidang perumahan baik pemerintah pusat dan daerah, kementerian/lembaga terkait, pengembang, perbakan, sektor swasta dan masyarakat.

Ia mengemukakan pada saat pandemi COVID-19, kebutuhan akan hunian yang layak huni bagi masyarakat tentunya menjadi salah satu hal yang sangat penting.

Hal tersebut, lanjutnya, karena hampir sebagian besar masyarakat kini melakukan berbagai aktivitas seperti bekerja, sekolah, berinteraksi dengan keluarga dan melaksanakan ibadah di rumahnya masing-masing.

Berita Terkait

Leave a Comment

error: Content is protected !!