Satserse Polrestabes Bandung Bersama Jajaran Polsek Mengungkap Tindak Kejahatan

Hukum - Kriminal Jawa Barat Kab. Bandung Polri

Pewarta: H ilvan maulana.

Indonesiatopline.com || Bandung – Jawa Barat (12/12/2020). Kapolrestabes Bandung Kombes Pol. Ulung Sampurna Jaya, S.I.K., M.H. mengatakan,” Pengungkapan tersebut berhasil berkat kerja keras dari jajaran Satreskrim Polrestabes Bandung dan Polsek-polsek di wilayah hukum Kota Bandung. Bentuk kejahatannya sendiri diantaranya, Curat, Curas, Curanmor, penganiyaan dan membawa senjata tajam hingga senjata api.”

“Alhamdulillah dari satserse Polrestabes Bandung bersama dengan jajaran Polsek dan Polrestabes Bandung mengungkap kasus terhadap curat, Curas maupun curanmor adapun curat sebanyak tiga kasus, curanmor empat motor, penganiayaan dua kasus kemudian bawa senjata tajam ada satu kasus sehingga berjumlah 14 kasus dan tersangka sebanyak 20 orang,” ucap Ulung saat ungkap kasus di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Jumat (11/12/2020).

Kapolrestabes Bandung menyebutkan, waktu kasus kejahatan jalanan tersebut mayoritas terjadi pada malam hari. Total, 8 kasus terjadi pada rentang waktu pukul 18:00-06-00 WIB.

Berdasarkan data Polrestabes Bandung dari tanggal 1-10 Desember 2020. Pada pukul 18.00 WIB sampai 24.00 WIB terdapat 4 kasus kejahatan dan pada pukul 24.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB ada 4 kasus kejahatan. Sementara pada pukul 06.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB ada 6 kasus kejahatan.

“Rata-rata memang mereka pada malam hari kemudian mencari TKP yang sepi makanya kita jajaran Polsek tetap melakukan patroli di wilayah tertentu yang rawan Kamtibmas,” ujar Kapolrestabes Bandung.

Saat disinggung kasus yang menonjol dari 14 kasus yang berhasil diungkap. Ulung menjelaskan diantaranya kasus pembegalan dengan senjata tajam dan pelaku kejahatan yang mengaku sebagai anggota polisi.

“yang menonjol adalah Curas yaitu begal yang dilakukan oleh para pelakunya dan ada juga salah satunya sajam yang setelah dilakukan pendalaman, dia (pelaku) melakukan juga terhadap lima TKP yang ada di kota Bandung,” ungkap Kapolrestabes Bandung.

“Yang satu adalah 365 juga, modusnya pura-pura dia mengaku sebagai anggota polisi, setelah pengakuan kemudian dia membawa motor itu kemudian membawa kabur dengan kata-kata yang mengancam kepada korbannya dan membawa lari sepeda motornya,” sambung Kapolrestabes Bandung.

Kapolrestabes Bandung menambahkan, dengan adanya pengungkapan 14 kasus kejahatan jalanan tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian dalam beraktivitas. Pasalnya, kejahatan bisa terjadi dimana saja dan kapan saja.

Selain itu, Kapolrestabes Bandung menegaskan, pihaknya siap menjaga keamanan dan kondusifitas di Kota Bandung. Dia mengingatkan, kepada para pelaku kejahatan untuk tidak bermain-main dengan hukum, pasalnya Polisi siap menindak tegas para pelaku kejahatan.

“Kita mengimbau ke masyarakat agar tetap menjaga kehati-hatian di wilayahnya, di rumahnya ataupun di tempat keramaian, dan apabila di situasi pandemi ini ada yang melakukan tindak pidana maka dari jajaran Polrestabes Bandung tidak segan untuk melakukan tindakan tegas dan terukur,” pungkasnya.

Untuk diketahui, 20 pelaku yang berhasil ditangkap dijerat pasal yang berbeda tergantung aksi kejahatan yang dilakukannya.

Adapun pasal yang diterapkan itu yakni Pasal 363 KUHP Pencurian dengan pemberatan diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun. Pasal 365 KUHP Pencurian dengan Kekerasan dengan ancaman hukuman Maksimal 9 tahun penjara. Pasal 2 (1) UU Darurat No. 12 tahun 1951 Bawa sajam tanpa ijin dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun dan Pasal 351 KUHP penganiayaan dengan luka berat ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *