Apa Salahnya Anak Muda Jadi Petinggi BUMN

Editorial

Konpetensi bukan hanya masalah akademis atau juga bukan hanya masalah pengalaman. Kalaulah kompetensi didasarkan hanya masalah akademis, maka Susi Pudjiastuti tidak akan menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Dan, kalaulah kompetensi hanya masalah pengalaman, maka, Fajrin Rasyid tidak akan menjabat Direktur Digital Telkom.

Masih hangat dalam benak kita, kekacauan pengelolaan BUMN sebelumnya. Kasus Freeport, Jiwasraya, Garuda, Pertamina, PLN dan yang lainnya. Bagaimana buruknya negoisasi Freeport misalnya yang terkekang oleh klausul Kontrak Karya.

Bahkan, hari ini, banyak sekali BUMN yang bergerak dan keluar dari core bidang usahanya, atas nama ekspansi bisnis misalnya dengan membuat anak dan cucu perusahaan, hingga makin “gemuk”, tapi tak berdaya.

Terobosan baru dibuat Erick dengan mengambil pebisnis-pebisnis muda dalam jaringan bisnis negara. Meski, penetapan 4 orang muda sebagai direktur dalam tubuh BUMN kali ini pun, masih dianggap kurang baik oleh beberapa kalangan di Indonesia.

4 orang muda yang menjadi buah bibir tersebut adalah :
1. Fajrin Rasyid, menjabat Direktur Digital PT Telekomunikasi Indonesia (Persero). Sebelum menduduki posisi tersebut, Fajrin merupakan salah satu pendiri Bukalapak. Perlu diketahui, Fajrin adalah lulusan ITB dan Harvard;
2. Adrian Zakhary, menduduki posisi Dewan Komisaris di PTPN VIII.
Untuk diketahui bahwa Adrian pernah di Ali Baba dan merupakan lulusan Unpad dan UI;
3. Fadli Rahman, menduduki posisi sebagai Komisaris di PT Pertamina Hulu Energi (PHE).
Fadli berpengalaman di perusahaan oil and gas luar negeri, konsultan BCG dan menempuh Perguruan tingginya di Colorado;
4. Kaspar Situmorang, menjabat sebagai Executive Vice President Digital Center of Excellence BRI.

Kemampuan ke 4 anak muda tersebut, tentu saja menjadi pertimbangan Erick Thohir dalam menentukan pembantu-pembantunya.

Fajrin misalnya. Sukses dengan Bukalapak nya, membuat Fajrin manjadi pebisnis muda yang tangguh dengan strategi bisnisnya, pekerja keras, mampu bersaing, siap berkompetisi dan bersih dari korupsi.

Secara logika, apa salahnya Erick menunjuknya? Apa yang dimaui Erick dari Fajrin?, dan apa yang Fajrin inginkan dengan menerima pinangan Erick?

Semua atas nama Bisnis untuk membangun bangsa dan bersaing dengan investasi negara asing untuk mengembalikan kehormatan dan keluhuran bangsa. Yang telah hilang di masa-masa dulu.

Apa salahnya Anak Muda menjadi Petinggi BUMN ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *