Pasar Cibinong Geger, Penjual Stroberi Mati Mendadak

HeadLine Kab. Bogor

Pewarta: Imron

Indonesiatopline.com||  BogorSabtu pagi sekitar pukul 08.00 WIB pedagang dan pengunjung pasar Cibinong, Bogor Jawa Barat, digegerkan dengan ditemukannya sosok penjual sayur yang meninggal dunia secara mendadak dalam posisi duduk bersandar disebuah Ruko. Pria yang belum diketahui identitasnya tersebut diduga meninggal karena serangan jantung.

Pria paruh baya yang diperkirakan berumur 44 tahun ditemukan pertama kali oleh salah satu pembeli yang ingin membeli dagangan. Namun ketika ditanya, pedagang stroberi yang memakai kaos warna orange serta celana jean biru tiga perempat tersebut diam saja tidak menanggapi. Setelah diamati ternyata yang bersangkutan sudah kaku tak bernyawa. Sontak penemuan tersebut oleh saksi dilaporkan pedagang sekitarnya petugas keamanan setempat.

Mengetahui ada pedagang meninggal secara mendadak, sontak seluruh pengunjung dan pedagang pasar Cibinong geger. Mereka menjauh dan bergegas pergi karena takut jika yang bersangkutan meninggal karena virus covid-19. Jenazah korban yang saat meninggal masih mengenangkan tas selempang warna coklat serta topi kopiah berwarna merah putih, baru dievakuasi setelah petugas kesehatan dengan pakaian APD standar protokol Covoid-19 datang.

Jenazah pria berkaos oranye dengan tinggi sekitar 155 tersebut, selanjutnya diperiksa petugas kesehatan Pemkab Bogor dan polisi dengan menggunakan APD lengkap protocol Covid-19. Polisi yang memeriksa tidak menemukan satupun identitas diri seperti KTP yang dibawa almarhum.

Sementara dari hasil pemeriksan sementara korban diperkirakan meninggal karena serangan Jantung. Oleh petugas jenasah pria naas tersebut langsung dibawa kerumah sakit Polri, guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pedagang Stroberi yang meninggal dalam keadaan duduk

Kepala Pasar Cibinong, Tohaga Haris Setiawan saat dikonfirmasi mengaku tidak tahu menahu tentang keberadaan penjual stroberi tersebut. Menurut Tohaga, kemungkinan almarhum adalah pedagang musiman yang hanya waktu waktu tertentu berjualan di pasar tersebut.

Sehingga keberadaanya tidak tercatat dalam buku administrasi pasar maupun daftar nama paguyuban pedagang.

“Mungkin dia jualan dipasar ini hanya tertentu, pada saat ada musim buah stroberi, sehingga petugas kami tidak tahu identitas almarhum, karena datanya memang tidak tercatat di sini,” ujar Tohaga.

Kapolsek Cibinong, Kompol Yudi Kusnadi, membenarkan adanya penemuan mayat pedagang buah strobery yang meninggal mendadak dipasar Cibinong. Namun hingga saat ini dirinya belum bisa memastikan penyebab kematian termasuk nama dan alamat korban, karena didalam saku celananya tidak secuilpun ditemukan kartu identitas diri seperti KTP.

“Belum dapat diketahui pasti penyebab kematian korban. Namun jika melihat dari kondisi tubuhnya, kemungkian almarhum meningaal akibat serangan jantung, karena di beberapa bagian tubuhnya tampak lebam membiru,” ujar Kapolsek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *